Situs informasi aplokasi, Tips dan trik, Berita, informasi Teknologi, perkembangan Gadget dan internet.
Showing posts with label Tips Antivirus. Show all posts
Showing posts with label Tips Antivirus. Show all posts

Wednesday, November 13, 2019

Tips Tutorial Update Manual Data Virus Avg Secara Offline

Kinerja computer kita terganggu..???   Bisa jadi disebabkan virus. Kok Bisa, padahal udah dipasangin antivirus…???

Sehebat apapun sebuah Antivirus namun jikalau tidak pernah diupdate tetap saja komputer kita terjangkit virus, salah satu tujuan dari update antivirus ialah menambahkan informasi tentang virus-virus gres yang terus bermunculan kepada engine antivirus.

Bukan belakang layar kita sangat suka dengan AV gratisan….(saya banget)..Salah satu yang paling banyak dipakai ialah AVG antivirus. Agar database antivirus uptodate, kita harus sering meng-updatenya. Gimana jikalau ngak punya kanal internet…???





Tenang…kita dapat download filenya diwarnet. Langsung ke link ini  atau
http://free.avg.com/id-id/download-update.








Kita tinggal mendownloadnya masukkan ke flashdisk, terus  copy ke  harddisk komputer kita.
Cara update offlinenya ialah sebagai berikut :

>>  Klik AVG user Interface
>>  Klik Tool, update from directory, cari daerah Anda menyimpan update AVG, klik OK.
>>  Secara otomatis Engine AVG akan mengenali file update tersebut dan menyimpannya dalam database antivirus, sekarang komputer Anda akan terlindungi dari serangan-serangan virus baru.


Semoga bermanfaat....


Tips Tutorial Repair Registry Yang Didisable Virus

Registri yakni merupakan hal terpenting bagi seorang teknik dalam menjalankan OS windows, baik  windows 2000, XP, vista atau lain sebagainya. Jika registri itu tidak dapat di access dapat jadi dilock tau komputer kita kena virus.

jikalau di Klik – START – RUN – REGEDIT
maka pesan yang muncul sebagai berikut
Registry editing has been disable by your system Administrator


Tenang bro, cara memperbaikinya tidak susah kok.

1. Start >> Run >> gpedit.msc
2. sehabis muncul diaolog, anca cari : [User Configuration] >> [Administrative
Templates] >> [System]
3. pada panel sebelah kanan anda cari : [Prevent Access to Registry Editing Tools]
4. doble klik pada :[Prevent Access to Registry Editing Tools]
5. Pada jendela yang muncul pilih NOT CONFIGURED atau DISABLED, untuk mengaktifkan kembali fungsi regedit.






Masih kurang  gunakan cara yang ini :
1. start >> Run >> kemudian masukan instruksi di bawah ini :
REG add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v
DisableRegistryTools /t REG_DWORD /d 0 /f
2. Tekan enter
3. selesai

mudah-mudahan bermanfaat.

Tuesday, November 12, 2019

Tips Tutorial Tips Gampang Deteksi Virus Komputer Di Windows

Komputer atau laptop kesayangan kita performanya menurun bahkan sering hang. Ada beberapa penyebab menurunnya performa sebuah pc atau laptop, salah satunya yakni virus.
Klikblogmu sanggup tips gampang Deteksi Virus Komputer, semoga komputernya terjaga kesehatannya….Langsung aja :
  • Nyalakan computer anda…(emangnya kompor)
  • Jalankan jadwal realtime mis. Winamp
  • Buka Task Manager, pilih tab Performance
  • Dalam CPU Usage kita sanggup melihat persentase cpu, bila persentasenya gak stabil (>10% - 20%) selama 10-15 menit dan terus menerus berubah maka sanggup disimpulkan kompi kita tidak sehat. Supaya lebih meyakinkan buka explorer dan beberapa folder, lihat performancenya.

  • Klik tombol Start , kemudian  Run
  • Ketikkan CMD untuk masuk ke command prompt (DOS Prompt)
  • Setelah masuk ketik CD.. hingga ke prompt C:\
  • Ketik CD Windows
  • Ketik CD System32
  • Ketik Setup

Jika keluar pesan "Please go to the control panel to install and configure system components" maka dipastikan komputer aman. Namun bila komputer anda malah hang atau shutdown  maka  dipastikan virus lagi berkembang biak  di komputer kita.
Semoga bermanfaat

Tips Tutorial Cara Gampang Menampilkan Hidden Folder Atau File

Hari ini klikblogmu menemukan problem di komputer client…Drive terlihat tapi folder dan filenya kosong, padahal drive tersebut berisi file-file penting untuk user.
Hidden Folder atau Hidden File ialah suatu istilah di lingkungan windows untuk file-file yang tidak terlihat, baik itu disengaja oleh system atau di sembunyikan oleh virus (kalau virus…yaa harus di bersihkan dulu virusnya dengan Anti Virus yang uptodate).

Cara Praktis Menampilkan Hidden Folder Atau File ialah sebagai berikut :

Cara Pertama

1. Buka command prompt (DOS)
Start –>Run ketik cmd
Menu Start –> All Program –> Accessories –> command prompt

2. Pindah folder ke drive yang yang dituju
3. Periksa file yang ada didrive tersebut
D:\> dir /a
4. Gunakan perintah attrib, untuk menampilkan file yang di hidden
D\> attrib –r –h –s *.* /s /d
keterangan :
-S : Untuk menghilangkan attrib tipe sistem file
-H : Untuk menghilangkan attrib tipe hidden file
/S : Untuk memproses seluruh folder dan sub folder
/D : Memproses folder
* : Semua file/folder yang terdapat di drive

Cara Kedua
Adalah dengan merubah registry windows, jadi kita harus hati-hati jangan hingga salah lokasi...(system sanggup rusak)

1. Buka Start Menu | Run, ketik : regedit, kik OK.
2. Buka registry dengan direktorinya : KEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\Hidden\SHOWALL

3. Cari key yang berjulukan CheckedValue dan DefaultValue.
4. Klik dua kali dan berikan nilai satu pada kedua key tersebut.
5. Kemudian buka lagi Folder Options…|View, pilih “Show hidden files and folders”, klik Apply (atau OK).

Dua cara diatas sudah dicoba dan berhasil, biar bermanfaat.

Tips Tutorial 6 Penyebab Komputer Restart Dan Cara Memperbaikinya

Komputer kita sering restart, tentulah sangat mengjengkelkan. Pekerjaan yang belum sempat disimpan menjadi sia-sia. Sebelum panggil teknisi menyerupai klikblogmu ada baiknya kita mengetahui 6 Penyebab Komputer Restart dan Cara Memperbaikinya.

>> Komputer restart lantaran virus
Ada beberapa varian virus computer yang sanggup menciptakan computer restart sendiri. Jika computer anda restart periksa terlebih dahulu apakah antivirus berjalan sebagai mana mestinya atau baca artikel cara cepat menyidik virus komputer.
Jika ternyata positif mengandung virus maka computer anda harus di scanning dan dibersihkan.

>> Komputer sering restart lantaran duduk kasus Hardisk
Salah satu hardware di dalam satu computer yang paling rawan kerusakan ialah hardisk.
Jika hardisk rusak atau bad sector, maka  komputer menjadi sering hang, muncul pesan bluescreen of death, komputer ga sanggup booting bahkan computer restart.Kita sanggup memakai tools semacam hardisk sentinel untuk menyidik kondisi hardisk.
Untuk mencegah kerusakan sekaligus memperbaiki hardisk tersebut kita sanggup menjalankan kegiatan scandisk/checkdisk, men-defrag hardisk secara teratur dan pastikan selalu mematikan komputer dengan mekanisme yang benar..

>> Komputer sering restart lantaran Power Supply
Sesuai dengan namanya power supply ialah sumber daya untuk computer. Jika power supply  sudah tidak optimal atau kurang daya maka tentulah computer akan kekurangan daya dan menjadikan computer restart. Pada umumnya rusaknya power supply lantaran macetnya atau matinya kipas angin (fan) yang terdapat pada power supply, sehingga terjadi overheat pada komponen Power Supply itu sendiri. Jika kita curiga power supply sudah kekurangan daya, maka saatnya kita ganti power supply yang baru.

>> Komputer sering restart lantaran RAM rusak
RAM yang rusak juga sanggup menjadikan komputer sering restart. Jika hardware computer yang lain di periksa masih ok tapi computer tidak sanggup booting dan restart kemungkinan vganya bermasalah.Coba ganti RAM yang terpasang, dan siapa tahu computer sanggup berjalan normal kembali.

>> Komputer sering restart lantaran VGA Card rusak
Komputer sering restart sendiri juga sanggup terjadi lantaran rusaknya belahan VGA Card yang terpasang pada slot AGP atau PCI. Biasanya VGA Card yang rusak akan terasa cepat panas pada belahan pendinginnya, selain itu tampilan gambar pada layar monitorpun menjadi rusak. Untuk itu apabila komputer Anda sering restart ada baiknya juga untuk mengecek komponen tersebut.

>> Komputer sering restart lantaran Processor kepanasan
Penyebab utama komputer restart ialah over heating processor atau processor yang kepanasan. Hal ini biasanya disebabkan kondisi kipas angin (fan) yang terdapat pada pendingin processor yang sudah tidak optimal (misalnya macet lantaran debu), menumpuknya bubuk pada sirip-sirip Pendingin Processor, sudah keringnya atau bahkan tidak adanya thermal paste yang merekatkan antara processor dan pendinginnya,  juga kondisi ruangan daerah penyimpanan komputer yang memang panas.

Untuk menyidik  overheat pada Processor sanggup dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya:
Melihat kondisi temperatur pada hidangan Hardware Monitor di BIOS, Menggunakan kegiatan monitoring temperatur menyerupai contohnya CPUID Hardware Monitor, Mengecek secara manual yaitu dengan membuka casing CPU dan meraba sendiri temperatur pada belahan Pendingin (Cooler) Processor.

Untuk mengatasi Procesor kepanasan (overheat) ini kita sanggup melaksanakan beberapa hal diantaranya:
Senantiasa membersihkan bubuk yang terdapat dalam Casing CPU dan Pendingin Processor baik dengan kuas cat yang higienis dan vacum cleaner kecil.
Menggunakan thermal paste sebagai penghubung yang merekatkan belahan Processor dan Pendingin. Untuk thermal paste yang sudah kering sebaiknya diganti.
Menyimpan komputer diruangan yang tidak terlalu panas (lebih baik ber-AC). Seandainya terpaksa harus menyimpan komputer di ruangan yang cukup panas, maka sebaiknya lengkapi casing CPU dengan kipas angin tambahan.
Menggunakan kegiatan monitoring temperatur menyerupai contohnya CPUID Hardware Monitor untuk mengetahui secara dini kondisi overheat pada Processor.

Demikian 6 Penyebab Komputer Restart dan Cara Memperbaikinya, mudah-mudahan ada gunanya
******

Monday, November 11, 2019

Tips Tutorial 6 Tips Melindungi Komputer Dari Virus Ransomware

Klikblogmu - Beberapa hari ini hari belakangan jagat internet indonesia merilis perihal serangan ransomware WannaCry (WannaCrypt) yang menyerang banyak komputer, bahkan hingga di daerah vital menyerupai Rumah Sakit misalnya.

Berikut ini ialah 6 tips melindungi komputer dari Virus ransomware:

1. Rutin Update Windows, Serius!

Pada umumnya perkara abuh ransomware dimulai dengan memanfaatkan celah eksploit Windows yang tolong-menolong sudah di patch oleh Microsoft. Sebagian besar pengguna Windows mematikan pitur auto update sesudah instalasi selesai, hal ini menciptakan komputer windows tersebut lebih rentan terinfeksi ransomware. Hal ini pula yang dimanfaatkan oleh WannaCry dalam mengeksploit Windows dan melaksanakan penyebaran melalui jaringan LAN.

Padahal kalau kita rutin melaksanakan update Windows (dan itulah gunanya ada Windows Automatic Update), maka kita sudah kondusif dari lebih banyak didominasi ransomware, virus, dan malware lainnya.

Kaprikornus sekarang ubah kebiasaan kita dari yang sebelumnya malas melaksanakan update Windows menjadi rajin melaksanakan update — atau simple nya nyalakan saja fitur Automatic Update di Windows.

2. Gunakan Antivirus Terupdate

Jika kita menggunakan antivirus pihak ketiga, pastikan kita rajin melaksanakan update. Biasanya perusahaan antivirus akan proaktif dalam merilis update biar antivirusnya dapat mendeteksi dan mencegah abuh ransomware — terlebih kalau ada perkara besar menyerupai WannaCry ini.

Jika kita menggunakan Windows Defender yang merupakan antivirus bawaan Windows, updatenya dirilis melalui update Windows. Kaprikornus dengan mengaktifkan automatic update maka Windows Defender kita juga up to date.

Antivirus yang up to date akan mendeteksi aneka macam ransomware dan malware terbaru, sehingga kita dapat lebih terlindungi dari serangan mereka. Ingat, menggunakan antivirus yang databasenya tidak up to date — tolong-menolong tidak jauh berbeda dengan tidak menggunakan antivirus sama sekali. Kaprikornus pastikan kita rajin update.

3. Backup File

Ransomware merusak dengan mengenkripsi data dan meminta bayaran untuk membukanya kembali. Oleh alasannya itu rajin-rajinlah membackup file penting kita ke daerah yang aman, contohnya saja hardisk eksternal, cloud storage, dsb.

4. Waspada Saat Membuka Link / File / Attachment

Secara umum ransomware memang dapat menular dengan sendirinya melalui jaringan LAN sama menyerupai dalam perkara ransomware WannaCry kemarin. Tetapi akan selalu ada PC yang menjadi awal terinfeksinya ransomware ini. Biasanya ransomware tersebar melalui attachment email, link, atau file yang dipalsukan menjadi file tertentu.

Karena itu waspadalah saat memperoleh email spam ataupun mendapat attachment email dari orang tak dikenal. Kita harus waspada untuk membuka file attachment yang disertakan kalau memang tidak ada keperluan dengan file tersebut.

Selain itu jangan gampang terkecoh kalau ada link yang dibagikan di messenger ataupun sosial media. Bagi kita yang suka download software, pastikan juga kita download dari situs officialnya — atau setidaknya dari sumber download yang terpercaya. Mayoritas ransomware disebarkan melalui cara-cara tersebut.

5. Tampilkan Ekstensi File

Attacker seringkali menyamarkan Ransomware menjadi sebuah file foto, video, ataupun dokumen. Untuk itu selalu tampilkan ekstensi file di Windows biar kita tidak tertipu.

Caranya cukup buka File Explorer Options.



Setelah itu pada tab View hilangkan centang Hide extensions for known file types, kemudian Apply dan OK



Kini kita bakal melihat kalau ada file asing yang disamarkan menjadi file lain, contohnya saja FunnyCat.avi.exe, Beautiful.jpeg.scr, dsb.

6. Jangan Pernah Membayar Ransomware

Jika komputer kita terkena ransomware, sebaiknya kita tidak membayar ke pihak ransomware. Sudah banyak perkara dimana korban sudah membayar tetapi tidak ada key decrypt yang diberikan. Sebaiknya cari tool Ransomware Decryptor Tool barangkali ransomware yang menginfeksi komputer kita sudah ditemukan decryptor nya oleh para security researcher.


Itulah 6 tips melindungi komputer dari ransomware. Tetapi ingat, tidak ada keamanan diktatorial dalam dunia digital. Peranan user untuk selalu waspada dan berhati-hati sangat penting untuk menghindari terinfeksinya komputer dari ransomware.

Jika bermanfaat, pastikan share artikel ini dengan teman-teman kita di sosial media biar korban serangan ransomware tidak semakin banyak.