Situs informasi aplokasi, Tips dan trik, Berita, informasi Teknologi, perkembangan Gadget dan internet.
Showing posts with label Tips Recovery Data. Show all posts
Showing posts with label Tips Recovery Data. Show all posts

Tuesday, November 12, 2019

Tips Tutorial Software Untuk Memperbaiki Kerusakan Flashdisk

Software untuk memperbaiki kerusakan Flashdisk Tips Tutorial Software untuk memperbaiki kerusakan Flashdisk

Secara umum kerusakan Flashdisk dibagi menjadi dua macam, yaitu kerusakan fisik/hardware dan kerusakan software. Penyebab kerusakan hardware biasanya lantaran memang umur hardisk itu sudah hingga alias minta diganti. Kerusakan software biasanya disebabkan sikap kita (Klikblogmu..tepatnya) terhadap Flashdisk tersebut. Apakah kerusakan software sanggup diperbaiki.???  

Untuk memperbaiki flashdisk yang rusak secara software, sanggup kita lakukan dimana flashdisk biasanya masih sanggup terdeteksi oleh windows tetapi saat kita mencoba untuk membuka flashdisk atau men-double klik flashdisk muncul beberapa pesan error.

Beberapa kasus kerusakan pada flashdisk diantaranya yakni sbb:

  • Properties Flashdisk terbaca 0 byte.
  • Muncul pesan "Please insert a disk into drive x:"
  • Muncul pesan "device media is write-protected"
  • Muncul pesan "There is no media in the specified device"

Berikut beberapa Software untuk memperbaiki kerusakan Flashdisk
  • HP USB Disk Storage Format Tools 
  • HP Drive Boot Utility 
  • Super Stick Recovery Tools 
  • Flashdisk Repair 
  • JetFlash Recovery Tool 
  • AlcorMP-UFD:
  • AlcorMP-080829 
  • ALCOR_AU9382_UFDTool 
  • AlcorMP08.02.28_AU6984 
  • AlcorMP080424_AlcorMP_AU698X 
  • ALCOR_AU9385 
  • AlcorMP_6_18 
  • AlcorMP-UFD-6.21 
  • Alcor-AU9381-V1.1.0.0 
  • AU6980-6981_v6.15.04 
  • ALCOR-AU9386-V1.10 

Dari beberapa software diatas hanya beberapa saja yang pernah klikblogmu gunakan, jadi pilih aja yang sesuai dengan type flashdisk nya….selamat mencoba

Tips Tutorial 3 Tool Untuk Recovery File Chk

Klikblogmu - Hari ini salah satu client dari klikblogmu membawa flashdisk yang sebagian besar datanya berganti menjadi file***.chk yang super hidden. Padahal sebagian besar filenya sangat penting bagi beliau. Masalah ini sebagian besar disebabkan lantaran sikap kita terhadap Flashdisk (mis: eksklusif mencabut flashdisk yang belum safe ). Sayangnya Windows tidak mempunyai utilitas untuk mencari tahu apa file-file yang gres berganti nama itu sebelum mengubah mereka semua untuk CHK file.

Cara untuk recovery file chk yaitu memakai utility dari pihak ketiga yangakan menilik header dari file CHK dan mengidentifikasi apa jenis file dan apa ekstensi aslinya seharusnya. Berikut 3 tool untuk  recovery file chk

UnCHK

UnCHK yaitu file CHK bebas recovery tool yang sanggup membantu Anda mengembalikan file CHK untuk sekitar 25 format file yang berbeda untuk ekstensi aslinya. Hal ini sanggup mengidentifikasi beberapa jenis yang paling umum termasuk audio, gambar video,, arsip, file executable dan dokumen. UnCHK juga mempunyai fitur yang memungkinkan Anda untuk menambahkan ekstensi file jenis Anda sendiri hanya dengan menarik dan menjatuhkan file yang dikenal baik ke ikon program. Ini lalu akan dikenali dikala memindai file CHK.

Jalankan alat dan akan meminta Anda untuk direktori dimana file CHK yang dan lalu direktori tujuan. Anda akan pilihan ihwal metode recovery file chk. Program ini telah diuji dan bekerja dengan baik pada Windows 7.




FileCHK

FileCHK yaitu tool sederhana yang  tidak mempunyai pilihan atau antarmuka sama sekali. Ini hanya memindai file CHK Anda dan mengganti nama mereka dengan ekstensi file yang benar kalau jenis file diakui terdeteksi. Sekitar 30 jenis file yang didukung termasuk file multimedia yang paling umum, gambar, beberapa arsip umum, executables dan Kantor / file teks. Untuk memakai alat ini yang harus Anda lakukan yaitu menempatkannya dalam folder di mana file ****. Chk file, lalu jalankan. Proses ini memakan waktu tidak lebih dari satu atau dua detik dan file yang akan dikenali telah diberi ekstensi yang sesuai. Karena mengganti nama file orisinil secara otomatis, yang terbaik untuk menjalankan alat pada cadangan dari file kalau Anda ingin mencoba utilitas lain di sini juga. FileCHK membutuhkan VB5 runtimes diinstal untuk bekerja.

CHK-Mate

CHK-Mate mempunyai wizard yang meminta Anda menentukan di mana file CHK berada, lalu bertanya di mana file yang diubah akan disimpan sebagai salinan dari mereka dan tidak menimpa yang asli. Ini lalu akan menilik isi dari file CHK dan menentukan apakah mereka dikenal dengan aktivitas ini, dan kalau mereka, akan menciptakan copy dengan ekstensi file yang sesuai. CHK-Mate hanya mengakui sekitar 20 jenis file secara default meskipun Anda sanggup menambahkan jenis kustom sendiri.

Satu hal yang kita mencatat ihwal CHK-Mate yaitu betapa lambat itu dalam mencoba untuk memulihkan file, lebih dari 20 menit untuk memindai file CHK 18 di Windows 7. Jika isi dari file CHK tidak sanggup diidentifikasi, Anda mempunyai pilihan untuk mengekstrak semua teks yang sanggup dibaca dari file CHK. Pilihan ini berkhasiat untuk memulihkan isu dari file CHK yang mungkin tidak cukup utuh untuk dipulihkan sepenuhnya sebagai jenis file yang dikenal.

Selamat mencoba***

Tips Tutorial Recovery Data & Partisi Yang Hilang Dengan Test Disk Parted Magic


Blogku Blogmu - Belajar yaitu proses trial dan error, jadi selalu beresiko atas kegagalan sistem. Hal ini dialami klikblogmu yang mencar ilmu menciptakan dual boot di satu sistem komputer. Karena proses resize hardisk dan install dual boot, ternyata gubrax.......partisi gak sanggup dibaca. Kaget, pucat...panik juga alasannya yaitu data-data kerjaan ada disana....

Di coba dengan hiren cd.....alhamdulillah si partisinya masih ada Cuma unlocated aja. Wah harus cari cara untuk Recovery Data dan Partisi yang hilang.....Karena dulu pernah download Parted Magic dari  http://partedmagic.com/doku.php?id=downloads..langsung aja burning isonya menjadi cd.

Berikut langkah-langkah Recovery Data & Partisi yang Hilang dengan Test Disk Parted Magic

Setting boot dari cd di BIOS
Boot dengan CD partedmagic kemudian pilih nomor 1 (Default settings)


kemudian pilih Xorg


 Jika sudah masuk ke partedmagic, buka terminal yang berada di pojok kiri bawah bersahabat start menu, dengan icon ibarat mirip monitor



jalankan perintah
# testdisk


 Pilih Create untuk menciptakan log dari proses restore partisi kali ini



Jika sudah, akan muncul daftar harddisk atau media penyimpanan yang terhubung dengan komputer


Setelah itu, pilih jenis tabel partisi yang ada, pada kesempatan ini klikblogmu menentukan Intel


Dibagian ini akan muncul daftar susunan partisi yang ada ketika ini, kita pilih Quick Search untuk melihat daftar partisi yang hilang atau sudah terhapus, kita juga sanggup membackup isi dari partisi yang ada dengan menentukan Backup.



Didepan nama partisi terdapat jenis dari partisi tersebut, D untuk Deleted, * untuk Primary bootable, P untuk Primary, L untuk Logical, dan E untuk Extended. Untuk mengubah jenis partisi dari Deleted menjadi ibarat semula, misalnya * (Primary bootable) kita cukup memakai panah ke kanan pada keyboard sehingga tanda D berkembang menjadi *. Ingat !!! jangan hanya merubah 1 partisi saja, ubah juga seluruhnya kalau ada tanda D didepan nama partisi tersebut.



Pastikan susunan partisinya ibarat semula, tekan enter kemudian muncul konfirmasi susunan yang akan terbentuk, kemudian pilih Write


Setelah kita menentukan Write, akan muncul konfirmasi untuk melaksanakan penulisan tabel partisi, kita pilih Yes. Jika sudah final Testdisk akan meminta kita restart komputer untuk melihat perubahannya.


dan hasilnya.....alhamdulillah komputer berjalan normal ibarat semula....

Monday, November 11, 2019

Tips Tutorial Master Plan Back Up | Panduan Backup Dan Restore Komputer Ala Klikblogmu Bag 2


Setelah kita mengenal potongan 1 – Apa sih Backup itu dan mengapa saya memerlukannya?....lanjut ke potongan ke dua yaitu Master Plan Backup.

Sudah menjadi sebuah kelaziman, jikalau suatu sistem berjalan dengan baik memerlukan sebuah perencanaan atau Master Plan yang baik pula. Begitu juga dalam backup, kita membutuhkan sebuah master plan backup yang mengatur data, tools dan gosip yang harus dibackup.

Langkah-langkah yang perlu diambil untuk menciptakan backup yang sederhana dan otomatis, yaitu sebagai berikut:

1. Dapatkan citra keseluruhan dari file kita, supaya kita tahu file apa dan dimana lokasinya.
2. Pindahkan User Profile ke drive atau partisi selain system
3. Pindahkan semua file pribadi dari partisi system
4. Putuskan file mana yang akan di backup, seberapa sering dan dipindahkan kemana, misalkan:
    4a. Photo -  musiman/ sesekali, sedikit demi sedikit – Hard Disk Eksternal
    4b. Musik, Film dan video – bulanan, sedikit demi sedikit - Hard Disk Eksternal
    4c. File pribadi – Mingguan, diferensial - Hard Disk Eksternal
    4d. Dokumen yang sering dipakai dan diedit – harian, sinkronisasi – online atau flash drive
    4e. File-file yang sangat penting - Sering, full – CD / DVD / Blu-ray or flash drive
5. Tentukan tools yang dipakai dan mensetupnya. Jangan lupa untuk menjadwalkan proses backup
6. Jika tools yang dipakai tidak menyediakan penjadwalan, maka buatlah sebuah jadwal backup manual.
7. Back up sistem operasi sekali untuk mempersingkat waktu jikalau dibutuhkan install ulang.

Itu saja. Cukup sederhana, bukan? Kemudian mari kita lihat detail

2.1 Dimana lokasi file kita dan apa yang harus kita back up?

Di bawah ini Anda akan menemukan daftar semua lokasi folder yang harus kita pertimbangkan untuk membackupnya. Panduan ini sanggup membantu Anda menemukan file-file yang penting. Hal ini tidak sanggup mencover keseluruhan setup sistem secara individu,  cara mengatur data pribadi, atau semua kegiatan yang telah diinstal.

TIP: Hidden Files. Perhatikan bahwa beberapa folder tercantum di bawah ini mungkin tersembunyi. Untuk melihatnya, buka folder induk masing, pergi ke> Organize and click > Folder and search options. In the > Folder Options window, switch to the > View tab. Under > Files and Folders select > Show hidden files, folders, and drives. Click > Ok di potongan kanan bawah untuk diterapkan ke folder yang dipilih saja. Klik> Terapkan untuk Folder di potongan kiri atas jikalau ingin berlaku untuk semua folder.

2.2 Daftar Backup 

Jika kita  memiliki ruang penyimpanan yang cukup dan waktu untuk menjalankan backup, kita sebaiknya menciptakan sebuah shortcut dan memperbaharui semua folder tertentu yang tertera di daftar backup. Kita akan mem back up aneka macam file yang belum tentu kita butuhkan, tapi setidaknya semua file tidak ada yang terlewat.

2.3 Detail Backup Checklist

Ambil backup checklist sebagai garis besar dan personalisasi untuk merefleksikan pengaturan sistem pribadi. Jika kita temukan file yang tersebar di beberapa tempat, pertimbangkan tahap berikutnya dan luangkan waktu untuk mengatur file dan folder dengan cara yang cerdas.

Kita akan temukan bahwa  perubahan kecil itu sanggup meningkatkankeamana file dan memudahkan proyek back up. Kita bagi daftar ke dalam tiga kategori :

1. File personal  = Default Lokasi file untuk file personal yang telah dibuat
2. File Media = Default lokasi untuk file media yang kita copy atau download
3. Data aplikasi = default lokasi software yang dipakai user serta setting file personal.




2.4 Bagaimana Cara Terbaik Untuk Mengelola file sehingga memudahkan backup

Sangatlah gampang mencari data pada sebuah komputer, alasannya yaitu ada akomodasi pencarian. Tetapi menjadi lebih kompleks dikala kita mencoba untuk menciptakan sebuah backup. Pada kasus ini, organisasi file akan sangat menguntungkan.

2.5 Lakukan Back Up kini !

Pengorganisasian file berarti kita harus memindahkan file itu sendiri, dan ini beresiko. Oleh alasannya yaitu itu, sebelum mengikuti salah satu saran dalam panduan ini, saya sarankan untuk melaksanakan backup keseluruhan sekarang!

Catatan : Lewatkan tahap ini, jikalau semua file pribadi Anda sudah berada pada hard drive atau partisi yang selain C:  atau partisi sistem!

Sebagai tujuan backup, kita sanggup memakai drive eksternal atau partisi lain selain lokal C: drive. Anda sanggup menciptakan cadangan seluruh drive atau pilih folder yang terletak di drive C: dari Daftar  di atas. Pastikan Anda mempunyai cukup ruang kosong di tujuan backup.

Info: Jika Anda ingin membackup data beberapa gigabyte, biarkan proses backup berjalan semalaman alasannya yaitu proses backup sanggup memakan waktu beberapa jam.

2.6 Windows Backup and Restore

Jika kita ingin menciptakan sebuah backup ke sebuah hard disk external, hubungkan sekarang. Untuk menjalankan fitur backup dan restore di windows 7, klik > Start dan ketik> Backup ke dalam kolom pencarian,  pilih> Backup dan Restore dan tekan> Enter.

Pada jendela yang terbuka, klik> Set up backup di sebelah kanan


Pada jendela baru, pilih drive tujuan backup dan tekan >Next.


Sekarang sanggup kita pilih apa yang ingin kita backup menyerupai yang terlihat. Untuk backup manual tekan > Let me choose and > Next.


Check> Local Disk (C :), tetapi perhatikan bahwa Windows tidak akan membackup sistem dan file program. Jika kita ingin menciptakan sistem image sekarang, centang kotak masing-masing di kiri bawah. Anda sanggup membiarkan items under > Data Files checked.


Terakhir, periksa ulang settingan kita, jikalau kita mau sanggup merubah, dan tekan > Save settings and run backup untuk menjalankan proses backup.


Kita sanggup memakai komputer dengan aplikasi yang ringan selama proses backup berlangsung, contohnya browsing internet atau membaca email. Namun, akan lebih kondusif jikalau komputer kita biarkan hingga backup selesai.


Proses backup membutuhkan waktu yang cukup lama. Jika anda tidak sabar menunggu hingga backup selesai, click > View Details dan lalu click > Stop backup.



Jika perlu kita sanggup mengembalikan backup yang gres saja dibentuk dengan membuka >>Backup and Restore menyerupai dijelaskan di atas dan menentukan cadangan yang tercantum di bawah >> Restore headline or browsing for another backup.

Klikblogmu berharap apa yang kami lakukan menunjukkan kepada Anda bagaimana mudahnya untuk menjalankan backup. Jika anda memperhatikan, Anda akan melihat beberapa fitur embel-embel di default Windows Backup dan Restore tool.

Sebenarnya, dengan menunjukkan Anda ke pilihan penjadwalan backup, ini sanggup menjadi selesai panduan ini. Namun, masih banyak cara yang sanggup dilakukan menyimpan data dan membuatnya otomatis. Jadi mari kita kembali ke topik bergotong-royong dari potongan ini: mengelola file! Yang akan kita bahas di potongan ketiga dari artikel ini.